Home / Berita Terkini / Babak Baru Industri Migas Aceh

Babak Baru Industri Migas Aceh

Banda Aceh, 24-5-2015 | Humas Aceh

“Penandatanganan Perpanjangan Blok Pase Kepada Triangle Pase Inc yang akan bermitra dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) merupakan awal babak baru pengelolaan minyak dan gas (migas) di Tanah Iskandar Muda.”

— Zaini Abdullah

Jakarta, Jumat (22/05/2015) – Gubernur Aceh, dr. H Zaini Abdullah bersama Menteri ESDM RI, Sudirman Said telah menyetujui perpanjangan kontrak kerjasama Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) Migas Blok Pase, Aceh, yang dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK MIGAS), Amien Sunaryadi dengan Direktur Triangle Pase Inc. (TPI), Darren Michael Bromley, bertempat di Jakarta Convention Center, Jum’at (22/5).

Penandatanganan ini bertepatan dengan acara penutupan “The 39th IPA Convention and Exhibition 2015”. Menurut Zaini Abdullah, ini merupakan momentum bersejarah bagi daerah Aceh khususnya. Sebab sepanjang sejarah pengusahaan migas di Aceh sejak jaman penjajahan Belanda hingga saat ini masyarakat Aceh belum pernah berpartisipasi aktif dalam mengelola migas di Aceh .

Lewat perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Pase tersebut, pemerintah Aceh melalui PDPA akan menjadi mitra aktif dalam suatu Joint Venture Company (Jovenco) Aceh Pase Global Energi (APGE) yang telah disepakati dengan Trianggle Pase Inc. Adapun jumlah saham yang dimiliki para pihak dalam Jovenco APGE tersebut adalah: 80 % PDPA dan 20 % TPI untuk lapangan yang sedang berproduksi, sementara jika ada penemuan baru akan dibagi 25 % PDPA dan 75 % TPI.

“Atas nama masyarakat Aceh, saya menyambut gembira atas penandatanganan perpanjangan pengelolaan WKP Migas Blok Pase, yang nantinya akan dikelola oleh APGE,” terang Doto Zaini, menunjukkan rasa syukurnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengharapkan APGE segera melakukan langkah-langkah operasional di lapangan baik untuk meningkatkan produksi di lapangan yang sedang berproduksi maupun dalam upaya eksplorasi cadangan baru.

Area WKP Migas Blok Pase seluas 922 kilometer persegi, secara geografis terletak di wilayah dua Kabupaten yakni, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Sejarah pengusahaan migas di blok tersebut dimulai sejak 1998 oleh Mobil Pase Inc. anak perusahaan ExxonMobil. Puncak produksi Blok Pase ketika dioperatori Pobil Pase adalah 120 – 140 juta kaki kubik gas per hari (MSCFD).

Karena produksinya terus menurun hingga tinggal 3 MSCFD, Mobil Pase menghentikan kegiatannya pada 2006. Sejak 2009 hingga 2012 Blok Pase diambil alih oleh Triangle Energy Glogal Limited dengan produksi gas rata-rata antara 2 – 3 MMSCFD dari sumur A-1 dan A-5. Jumlah produksi gas kedua sumur tua tersebut saat ini tinggal sekitar satu MSCFD, saja. []

Check Also

Sekda: APBDes Tepat Waktu, Top!

Singkil – Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, mengimbau setiap Kepala Desa dan seluruh aparatur terkait, untuk …