Home / Berita Terkini / Bersama fokus benahi infrastruktur pariwisata Sabang

Bersama fokus benahi infrastruktur pariwisata Sabang

Banda Aceh, Kamis (27 Agustus 2015).

Mari perjuangkan destinasi Wisata Sabang dengan strategi menarik wisatawan ke Sabang, meningkatakan dan mempermudah infrastruktur untuk wisatawan. Disamping perlu memperkuat infrastruktur perikanan budidaya serta membuka peluang pelayaran internasional” ujar Ridwan Jamaluddin selaku Deputi Infrastruktur Kementerian Bidang kemaritiman. Pada pembukaan workshop revitalisasi dan percepatan pembangunan kawasan sabang (27/8) di Aula Walikota Sabang.

Terdapat empat isu yang terkait kota Sabang antara lain, posisinya sebagai salah satu wilayah perbatasan yang sangat dekat dengan jalur internasional; posisi sebagai sebagai jalur pelayaran dan perdagangan yang banyak dilintasi kapal dunia; potensi sumberdaya alam laut; dan ada ketimpangan pembangunan wilayah ini. Hal tersebut disampaikan oleh DR. Rafiq selaku Penasehat Khusus Gubernur Bidang Kerjasama dan Diplomasi Pembangunan Aceh yang mewakili Gubernur saat memberi sambutan.

Presiden juga telah menghimbau dalam kunjungannya Maret lalu, agar pembangunan Sabang dikelola secara fokus, terutama sektor pariwisata dan investasi. Hal tersebut berhubungan erat dengan rencana peningkatan konektivitas jalur laut dan udara yang dibahas pada pertemuan IMT-GT Summit di Langkawi, Malaysia April lalu. Hal senada juga di utarakan oleh Fauzi Husin dalam memberikan sambutan di acara yang mengundang lebih dari 150 orang peserta ini.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan workshop ini bersama Pemerintah Aceh (Badan Investasi dan Promosi Aceh), Pemerintah Kota Sabang dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang. Dengan tujuan mengidentifikasi gap yang terjadi selama ini untuk pengembangan program Poros Maritim untuk kawasan Sabang dan sekitarnya. Acara ini juga didaulat untk menampung ide dari para key stakeholder untuk memajukan kawasan Sabang sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan yang akan dijalankan para pemangku kepentingan.

Narasumber yang hadir antara lain Mantan Kepala BPKS Sabang (Zubir Sahim), Deputi Komersial dan investasi BPKS (DR.Safruddin Chan), dan Badan Ekonomi Kreatif (Ricky Pesik) yang dilaksanakan dalam diskusi panel I. Expert of Strategic Resources Initiative (DR. Alan Owen), Dirjen Destinasi Pariwisata (Mugianto), Direrktur Utama Garuda Indonesia pada diskusi panel II.

Zubir Sahim, mantan Kepala BPKS mengulas perjalanan terbentuknya BPKS dan kilas balik terbitnya Undang-Undang No 37 tahun 2000 yang menjadi dasar bagi BPKS dalam menjalankan kegiatannya di Kawasan Sabang. Zubir juga memaparkan keuntungan geografis Sabang yang terletak dimulut Selat Malaka sebagai pintu masuk distribusi Sabang dari wilayah Asia Selatan.

Syafruddin Chan, dari BPKS, mengedepankan pentingnya aksesibilitas pada bidang pariwisata untuk membuka keterisoliran Sabang sebagai wilayah terujung, menjadi wilayah terbuka bagi pariwisata. Kalau selama ini para turis masuk ke Sabang hanya melalui Banda Aceh dan Medan, dengan dibukanya jalur langsung laut dan udara dengan Penang, Langkawi dan Phuket, turis punya banyak alternatif untuk masuk ke Sabang. Turis yang datang ke Sabang juga tidak harus back track, masuk dari Banda Aceh, keluar lagi dari Banda Aceh. Tetapi mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Penang, Langkawi dan Phuket.

Menurut Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir. Iskandar, M.Sc Workshop Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Kawasan Sabang diharapkan ada action plan (rencana aksi) yang konkrit dalam jangka pendek seperti Percepatan revitalisasi Pelabuhan Balohan, Hotel bintang 3 atau 4 di sabang, paket perjalanan wisata Sabang, dan Pengembangan SDM melalui peningkatan vocational skill, dan Promosi besar besaran secara sinambung tentang Kawasan Sabang.

 

Keesokan harinya, jum’at (28/8) akan dilanjutkan dengan site visit ke Monumen Kilometer Nol Indonesia, Iboih, dan CT 3. Site visit diakhiri dengan sholat jum’at bersama di mesjid Agung Kota Sabang, sebelum para tamu bertolak kembali ke Banda Aceh dan melanjutkan perjalanan pulang.

Check Also

BKMT Mitra Pemerintah Dalam Persoalan Sosial dan Agama

Pidie – Ketua PW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan masalah …