Home / Berita Terkini / Gubernur Minta Kualitas Tenaga Medis Ditingkatkan

Gubernur Minta Kualitas Tenaga Medis Ditingkatkan

Humas Aceh | 30 Juli 2016

Banda Aceh — Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, menyebutkan persoalan kualitas tenaga medis perlu menjadi perhatian semua mengingat semakin ketatnya persaingan dokter di tingkat global. Sistem perdagangan bebas dunia, kata gubernur, akan menghapus sekat-sekat untuk perdagangan dan jasa di berbagai negara, temasuk bidang kesehatan.

“Jika tenaga medis kita tidak berbenah diri, sudah pasti akan tersingkir,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutan yang dibacakan Sekda Aceh Drs. Dermawan MM, saat membuka Seminar Ikatan Alumni Kedokteran, di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (30/07).

Seminar dengan tema Revitalisasi Peran dan Sumbangsih Dokter untuk Bangsa, tersebut kata gubernur sangat erat kaitannya dengan upaya meningkatkan kapasitas dan pelayanan dalam menyongsong persaingan jasa kesehatan di tingkat global.

“Seminar ini sangatlah relevan dan tepat dengan konteks kekinian, di mana tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat. Untuk itu, Dokter dituntut untuk mengevaluasi sembari menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan,” ujar gubernur.

Pemerintah Aceh dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM Aceh) 2012-2017 menempatkan kesehatan sebagai salah satu program prioritas. Program itu tidak hanya sekedar memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat Aceh, tapi juga membangun beberapa kebutuhan kesehatan, mulai dari infrastuktur, teknologi, sistem pelayanan, dan tentu saja kualitas para tenaga medisnya. Tentunya hal itu menjadi sebuah tantangan bagi dokter-dokter untuk memberikan layanan maksimal kepada pasien.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa masih ada keluhan masyarakat atas pelayanan kesehatan. Pembenahan sistem pelayanan serta peningkatan kinerja dan kualitas tenaga medis harus terus dilaksanakan. Dalam hal ini dokter sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, tentu harus terus berbenah.

Menjawab hal tersebut, Wakil Rektor III Unsyiah Alfiansyah Yulianur, menyebutkan kampus Unsyiah punya komitmen untuk terus membenahi segala hal termasuk pada kapasitas dokter yang notabanenya adalah alumni Unsyiah. “Alhamdulillah komitmen kita sudah berbuah hasil. Fakultas Kedokteran dan juga Unsyiah mendapat agreditasi A,” ujarnya.

Ketua Alumni Kedokteran Unsyiah, dr. Syahrul Musaddiq, menyebutkan seminar tersebut merupakan sebuah bukti bakti alumni kepada masyarakat. “Kita akan terus mebuat sesuatu yang punya arti,” ujarnya. Salah satu bakti itu adalah membuat program desa binaan di Kemukiman Lamteuba Seulimum, Aceh Besar. Dalam waktu dekat, kata Syahrul, para mahasiswa dan alumni Kedokteran Unsyiah akan turun untuk menjalankan program tersebut.

Hadir dalam seminar tersebut Sekda Aceh, Drs. Dermawan MM, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti, Bapak Prof Dr Sutrisna Wibawa, Deputi Gubernur Lemhanas: Laksamana Muda Ir. Yuhastihar, MM, Kombes Pol Drs. Mulyatno, SH, MM, Ketua Ikatan Alumni Unsyiah Sulaiman Abda, beserta para Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Unsyiah. (Humas–Aceh)

 

Check Also

HIMBAUAN: Terkait Beredarnya Undangan Perusahaan Perjalanan Wisata

Sehubungan dengan beredarnya undangan via WhatsApp (WA) atau via handphone/telpon terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh …