Home / Berita Terkini / Gubernur Zikir Bersama Masyarakat Pijay

Gubernur Zikir Bersama Masyarakat Pijay

Humas Aceh | 31 Juli 2016

Pidie Jaya – Suasana khidmat dan khusuk menaungi Kawasan Masjid Tgk Chik Pante Geulima. Seribuan jama’ah yang larut dalam Dzikir, terlihat memadati bagian dalam dan halaman Masjid yang berada di Kecamatan Meureudu itu.

Dzikir hari itu menjadi spesial, karena dalam acara Halal bi Halal dan Dzikir Akbar tersebut turut hadir pula Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah beserta Istri, Hj Niazah A Hamid, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh , Sabtu (30/7/2016).

Dalam sambutan singkatnya yang disampaikan usai pelaksanaan Dzikir Akbar, Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu berjanji akan terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap Pembangunan di segala bidang. Untuk itu, Gubernur mengajak semua elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dan saling berperan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

“Melalui halal bi halal ini, mari terus kita satukan langkah dan merapatkan barisan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, dan sama-sama memberikan andil demi mendukung proses pembangunan Aceh yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Doto Zaini.

“Kami merasa amat senang sekaligus bangga, dapat berhadir di majelis yang mulia ini, bertemu dan bertatap muka, dalam rangka silaturrahmi dengan jajaran pemerintahan, alim ulama, dan tokoh masyarakat Pidie Jaya, khususnya di Kecamatan Meuredu ini,” sambung Doto Zaini.

Gubernur berharap, pertemuan ini akan semakin memperkuat hubungan antara umara, ulama dan warga masyarakat, sehingga harmonisasi pembangunan di segala bidang, akan berjalan semakin baik.

“Terkait dengan pembangunan Aceh yang sedang kita laksanakan ini, saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa, pada tanggal 27 Juli 2016 lalu, untuk pertama kalinya Aceh meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa  Keuangan atau BPK. Ini merupakan suatu capaian baru dalam sejarah penyelenggaraan administrasi Pemerintahan Aceh, yang juga merupakan indikator meningkatnya kinerja dalam hal tata kelola di Pemerintahan Aceh.”

Gubernur meyakini, dengan dukungan dari semua pihak, segala ha yang telah dicapai oleh Pemerintahan Aceh saat ini, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Capaian Pemerintah Aceh

Dala kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan sejumlah program pembangunan Aceh yang sedang berjalan. Program yang telah ditetapkan sebagai program prioritas tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh atau RPJM Aceh 2012-2017.

Gubernur mengungkapkan, beberapa program tersebut adalah penguatan Syariat Islam. Saat ini, Pemerintah Aceh sedang merampungkan Grand Desain Penerapan Syariat Islam, yang ditargetkan selesai tahun ini.

“Terkait dengan hal ini, aspek ekonomi syariah juga menjadi fokus kita untuk sekarang dan masa depan. Tahapan Konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah akan terus kita pacu, dan Insya Allah pada Bulan Agustus, Bank Aceh akan kita konversi menjadi Bank Aceh Syari’ah,” kata Gubernur.

Di samping itu, lanjut Doto Zaini, penguatan pendidikan Islam juga menjadi fokus perhatian Pemerintah Aceh. Terkait dengan pendidikan Islam ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari peran dayah sebagai bentuk pendidikan Islam yang tertua di Aceh.

“Karena itu, Pemerintah Aceh melalui Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah, akan terus memberi perhatian terhadap pengembangan Dayah dan Pesantren di Aceh. Sampai dengan sekarang, Alhamdulillah jumlah santri yang belajar di dayah dan pesantren terus meningkat,” ungkap Gubernur.

Untuk diketahui bersama, sejak tahun 2012-2015 Pemerintah Aceh telah mengalokasikan dana untuk pembangunan Masjid dan Meunasah. Hingga tahun 2015, setidaknya ada 1.238 Masjid dan 1363 Meunasah yang dibantu pembangunannya oleh Pemerintah Aceh.

“Saat ini, Pemerintah Aceh juga sedang melakukan renovasi Masjid Raya Baiturrahman, Insya Allah pada akhir 2016 ini akan selesai. Nantinya, Masjid ini akan lebih luas serta beberapa sarana pendukung peribadatan akan diperbaiki,” kata Gubernur.

Alokasikan Dana Kesehatan Sebesar 13 Persen dari APBA

Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini juga menegaskan tentang pentingnya pembangunan di bidang kesehatan. Oleh karena itu, dalam anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh atau APBA 2016, sektor kesehatan mendapat perhatian lebih, yaitu sebesar 13 persen dari total anggaran Pemerintah Aceh dialokasikan untuk pembangunan di bidang kesehatan.

“Alhamdulillah, pada akhir tahun lalu kita telah menandatangani kesepakatan dengan BPJS, terkait dengan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh. Dengan demikian pelayanan kesehatan secara gratis akan terus diberikan kepada rakyat Aceh, sembari kita tetap melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap program tersebut.”

Sementara itu, dalam  rangka peningkatan sumber daya manusia, sebagai salah satu modal utama pembangunan, sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Aceh juga sudah memberikan beasiswa penuh bagi putera-puteri terbaik Aceh yang menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan tinggi, dalam dan luar negeri, dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk dalam bidang ilmu keagamaan.

Hingga tahun 2015, setidaknya ada 2.989 putera-puteri Aceh yang menerima beasiswa penuh Pemerintah Aceh. Di samping itu, perhatian terhadap pendidikan generasi Aceh, terutama anak-anak yatim, senantiasa kita berikan.

“Sejak 3 tahun terakhir, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan telah menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk beasiswa kepada ratusan ribu anak yatim. Jumlah dana yang digelontorkan di bidang ini mencapai Rp200 miliar pertahun,” tambah Doto Zaini.

Waled Nu: Perbaiki Akhlak

Sementara itu, Waled Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu, dalam tausyiah singkatnya menekankan tentang pentingnya memperbaiki akhlak ummat, demi mencapai cita-cita mewujudkan negeri yang Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur.

“Yang besar dihormati, yang kecil disayangi, yang sama dan sebaya saling menyayangi. Maksudnya adalah kita harus menghormati pemimpin, selama program yang dikerjakannya adalah sesuatu yang baik. Kita juga harus menyayangi para fakir miskin dengan rajin memberikan santunan serta saling membantu dan menyayangi sesama,” ujar Waled Nu.

Pengasuh Dayah Ummul Ayman itu menjelaskan, jika rumus diatas diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka akhlak manusia akan menjadi baik, dengan demikian, harapan masyarakat Aceh untuk menuju negeri yang Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur akan segera terwujud.

Dalam kegiatan Gubernur Aceh turut pula menyerahkan santunan kepada anak yatim dan memberikan sumbangan kepada Dayah Ummul Ayman serta Dayah Jeumala Amal. Usai acara Dzikir Akbar dan Halal bi Halal, Gubernur juga berkesempatan mengunjungi lokasi pembangunan Dayah Ummul Ayman 2. Serta lokasi pembangunan Masjid At Taqwa Meureudu.

Panen Parsial Tambak Skala Rumah Tangga

Gubernur juga meninjau lokasi pembiakan udang Vaname di Gampong Cut Nyong. Di lokasi ini Doto Zaini berkesempatan melakukan panen Panen Parsial Tambak Skala Rumah Tangga udang Vaname. Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada panitia pembangunan Meunasah Gampong Cut Nyong.

Kepada awak media, Doto Zaini menjelaskan bahwa potensi pembiakan udang Vaname di Aceh sangat menjanjikan.

“Berdasarkan penjelasan tadi, tentu saja udang vaname menjadi potensi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Aceh untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Dalam 1000 meter, potensi yang dihasilkan adalah sebesar Rp70 juta dan ini hanya membutuhkan waktu singkat,” ujar Gubernur.

Menanggapi hal ini gubernur berjanji akan membuat pertemuan lanjutan dengan dinas terkait serta sejumlah praktisi untuk membicarakan lebih lanjut tentang pengembangan potensi udang vaname di Aceh.

 

Check Also

Sekda Aceh Dorong Percepatan Penetapan APBDes 2020

Takengon–Perencanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2020 harus dapat diselesaikan paling telat tanggal 20 Desember …