Home / Berita Terkini / MufidahKalla Buka Acara “Advokasi Parenting” di Banda Aceh

MufidahKalla Buka Acara “Advokasi Parenting” di Banda Aceh

Banda Aceh, 6-8-2015 | Humas Aceh

Banda Aceh – Istri Wakil Presiden RI sekaligus Pembina Tim Penggerak PKK nasional, Mufidah Jusuf Kalla, pagi tadi, membuka acara ‘Advokasi Pola Asuh Anak Tahun 2015’ yang dipusatkan di kota Banda Aceh.MufidahKalla turut didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dr. Erni GuntartiTjahjoKumolo, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj Niazah A Hamid serta seluruh Ketua dan pengurus Tim Penggerak PKK dari berbagai wilayah di Sumatera.

Kegiatan Advokasi Parenting Regional I Sumatera bidang pendidikan berkarakter ini akan berlangsung hingga 8 Agustus mendatang, dan diikuti Tim Penggerak (TP) PKK se-sumatera.

Mufidah berharap, program advokasi parenting dengan tema besar ‘Indonesia nan Jaya dan Keluarga Indonesia Sejahtera’ itu harus terus kembangkan di berbagai daerah. Alumnus UMI Makasar itujuga meminta, agar memberikan bimbingan dan perhatian serius kepada anak-anak, termasuk mengajarkan hal-hal positif dan bermanfaat. “Semua ini untuk menunjang perkembangan anak ke arah positif,” terangMufidah, di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (6/8).

Selain itu, ibu negara kelahiran Sibolga ini juga mengajak orang tua agar menegakkan disiplin dan membentuk rasa percaya diri kepada anak misalnya denganmemberikan penghargaan yang positif kepada anak. Menurut Mufidah, hal ini jugasebagai pembentukan rasa percaya diri kepada anak.

Sementara itu Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah atau kerap disapa Abu Doto, dalam sambutannya antaralain menekankan pentingnya ilmu agama sebagai pondasi dalam menciptakan sifat dan sikap anak.

Program advokasi parenting, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari semangat orang tua dalam pembaruan pembinaan keluarga.Zaini menegaskan, orang tua harus mengayomi dan menjaga anak-anakuntuk selalu sadar agar berbuat baik kepada orang tua.

Gubernur Zaini Abdullah sangatmengkhawatirkan merosotnya kualitas hidup generasi muda karena mudah terjebak dalam dunia hitam, seperti penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, atau bahkan pergaulan bebas. “Sebagai orang tua, kita tidak boleh hanya menyalahkan mereka, tapi perlu langkah-langkah evaluasi terhadap pendidikan dan pola asuh yang kita berikan selama ini,” ujarnya.

“Boleh jadi hal itu disebabkan kelemahan kita yang tidak mampu memberi pendidikan yang baik di lingkungan keluarga. Oleh karena itu perlu langkah-langkah perbaikan dalam memberikan pendidikan dan pola asuh di dalam keluarga,”pungkas dokter lulusan USU Medan ini.

Borong Kain Batik Motif Aceh

Jelang siang, Mufidah Jusuf Kallajuga menyempatkan diri mengunjungi sekretarisat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh yang berlokasi di Taman ShultanahSafiatuddin, kawasan Lampriet, Banda Aceh. Istri Wapres ini, selain memborong sejumlah bros bernuansa pintu Aceh, kipas dan tas kasap Aceh, ia juga turut membeli puluhan lembar batik Aceh dengan berbagai motif.

Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi pengurus Dekranasda Aceh yang telah mewujudkan begitu banyak barang kerajinan tangan yang bernilai tinggi.“Motifnya bagus-bagus dan kaya estetika,”tandasnya.

Ia menyebutkan, kerajinan ini dapat menjadi lapangan pekerjaan yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan.“semoga Dekranasda Aceh dapat terus meningkatkan kemampuan pengrajin dengan pendekatan kearifan lokal,” harap Mufidah Jusuf Kalla. []

Check Also

[Video] Plt Gubernur : Bank Aceh harus Berkontribusi Cegah Penyebaran Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published.