Home / NASIONAL / Provinsi Banten Siap Jadi Poros Maritim Nusantara

Provinsi Banten Siap Jadi Poros Maritim Nusantara

Banda Aceh |10/31/2014 | 

Lebak [Humas Aceh] – Gubernur  Banten Plt Rano Karno mengatakan, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten hingga kini belum menggembirakan, terlebih Kabupaten Lebak dan Pandeglang masih dikategorikan daerah terbelakang.

“Kami terus melaksanakan berbagai pembangunan guna mendongkrak pencapaian Indeks Pembangunan Manusia itu,” kata Rano Karno saat pembukaan Sosialisasi Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Posdaya Provinsi Banten di Kabupaten Lebak, Kamis (30/10).

Ia mengatakan, meskipun Kabupaten Lebak itu masuk daerah terbelakang, tetapi memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa. Apalagi, jika mengingat sejarah panjang Multatuli berada di Kabupaten Lebak. Artinya, kata dia, sejarah itu berkeyakinan ada sesuatu potensi kekayaan luar biasa yang belum tergali.

Bahkan, di Kabupaten Lebak saat ini sudah berdiri pembangunan pabrik semen merah putih, selanjutnya menyusul pabrik semen syiam. Selain itu, juga Kabupaten Lebak memiliki pesisir pantai terbaik di Indonesia. Namun, potensi pesisir laut itu belum digarap secara maksimal akibat masih jeleknya infrastuktur. Karena itu, Pemprov Banten telah membangun jalan Saketi-Banjarsari-Malingping juga Tigaraksa-Maja agar ekonomi berjalan lancar masuk ke Kabupaten Lebak. Apabila jalan saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi antara wilayah Kabupaten Lebak bagian Selatan dan Utaranya dipastikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Kami berharap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah itu berjalan dengan baik dan didukung partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, Provinsi Banten siap dijadikan sebagai poros maritim Nusantara pada pemerintahan Joko Widowi-Jusuf Kalla. Poros maritim Nusantara itu dengan melanjutkan program pembangunan Pelabuhan Bojonegara.

“Jika pembangunan Pelabuhan Bojonegara itu dilanjutkan kembali, maka akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno juga mengatakan, pembangunan tersebut tentunya melibatkan partisipasi masyarakat guna terwujudnya kesejahteraan di daerah itu.

“Selama ini pembangunan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan,” kata Rano .

Ia mengatakan, pembangunan tidak akan berhasil jika partisipasi masyarakat itu tidak ada. Sebab, kata dia, pembangunan akan mengalami hambatan dan kendala apabila masyarakat tersebut tidak mendukungnya. Ia mencontohkan, pemerintah akan merealisasikan pembangunan jalan dan membutuhkan pelebaran untuk pembebasan lahan. Namun, jika masyarakat tidak mendukung pembangunan itu tentu akan mengalami kesulitan, kata dia.

“Saya kira pembebasan lahan itu diperlukan partisipasi masyarakat karena merupakan bagian pembangunan,” katanya.

Kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Posdaya Provinsi Banten ini bekerja sama dengan PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Lebak, yang diketuai oleh Haryono Suyono mantan Menteri BKKBN, yang juga hadir dalam acara ini. / Jurnas.com

Check Also

Plt Gubernur Optimistis 3 Unit Kapal Aceh Hebat Beroperasi Januari 2021

Surabaya – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT optimis tiga unit Kapal Motor …

Leave a Reply

Your email address will not be published.