Home / Berita Terkini / SUPM Ladong Panen 2,5 Ton Udang Vanname

SUPM Ladong Panen 2,5 Ton Udang Vanname

Banda Aceh | 13 Juli 2015

Gubernur: Kembangkan secara luas dan berkelanjutan
Banda Aceh – Sejumlah siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Sabtu (12/7) sore, berhasil memanen sebanyak 2,5 ton udang Vanname hasil swakarya (praktek) para siswa di tambak udang Busmetik SUPM Ladong, Aceh Besar. Budidaya udang Vanname yang dipraktekkan di areal seluas 1000 meter persegi itu menggunakan metode tambak plastik (Busmetik). Hasilnya lebih cepat dari target sebelumnya, 100 hari.

Panen tersebut selain dihadiri Civitas Akademika SUPM Negeri Ladong, juga turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Dardjo, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional, Adli Abdullah, Kepala Bagian Hubungan Media Massa dan Penyiaran Biro Humas Setda, Saifullah Abdul Gani, dan sejumlah pejabat lainnya.

Kepala Sekolah SUPM Ladong, Zulfikar, A.Pi mengungkapkan, untuk mendukung industrialisasi perikanan dan revitalisasi budidaya udang di Aceh, pihaknya akan fokus mencetak siswa yang kompeten dan inovatif sehingga lulusannya nanti mampu berkiprah di sektor industri perikanan dan kelautan nasional. Saat ini SUPM Negeri Ladong memiliki empat program keahlian, yaitu
teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP), nautika perikanan laut (NPL), teknika perikanan laut (TPL), dan teknologi budidaya perikanan (TBP). Dijelaskannya, hampir 70 persen lulusan SUPM Ladong telah bekerja di berbagai perusahaan perikanan di luar negeri dan selebihnya bekerja pada perusahaan nasional seperti PT Fresh on Time Food, Bogor. “Lulusan SUPM
Ladong mempunyai peluang yang besar untuk dapat diserap dalam dunia industri perikanan, bukan saja di dalam negeri tetapi di manca negara,” kata Zulfikar, optimis.

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah turut memberikan appresiasi atas kesuksesan SUPM Negeri Ladong yang mampu mengembangkan budidaya udang Vanname di Aceh. Gubernur berharap, selain menjadi sekolah vokasional di bidang perikanan, SUPM yang didirikan sejak tahun 1981 itu juga diharapkan dapat menjadi center of excellent dari sekolah-sekolah lain yang sejenis.

“Hasil kerja ini tentu layak mendapat apresiasi dari semua pihak, termasuk dari Pemerintah Aceh. Kami berharap para lulusan Sekolah ini dapat mengembangkan usaha perternakan ikan dan udang secara lebih luas di Aceh dan berkelanjutan,” kata Gubernur, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Sekda Aceh, Azhari Hasan.

Ditegaskannya, usaha tambak sangat menjanjikan untuk peningkatan perekonomian masyarakat Aceh, bahkan beberapa dekade hasil budi daya ikan dan udang Aceh sudah sukses menembus pasar nasional dan internasional. “Usaha tambak udang menjadi salah satu mata pencarian yang cukup menjanjikan. sudah tentu, pencapaian ini tidak lepas dari peran serta SUPM
Ladong dalam memberikan pelatihan yang tepat bagi kemajuan industri perikanan terutama budidaya udang jenis Vanname di Aceh,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, terang Gubernur, terus mendorong petani tambak untuk mengembangkan udang jenis vanname. Udang yang berasal dari Amerika Latin itu ternyata sangat cocok dikembangkan sehingga dalam waktu singkat langsung popular di kalangan petani tambak. Banyak petani tambak yang tadinya mengembangkan udang windu kemudian beralih ke udang Vanname. Tak heran jika produksi udang vanname di Indonesia cepat melonjak. “Udang Vanname juga tergolong mudah dibudidayakan karena sangat toleran dengan kondisi kepadatan air dan pertumbuhannya relatif cukup cepat,” pungkas Gubernur Zaini Abdullah.[]

Check Also

[Video] Semua Sepakat Protokol Kesehatan Diperketat dan Pemberian Sanksi